Jasa Audit Lembaga Amil Zakat

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar. Berdasarkan hasil kajian PUSKAS BAZNAS (2019), potensi zakat Indonesia mencapai Rp 230 triliun. Maka tidka heran jika saat ini telah hadir banyak lembaga amil zakat yang berfungsi untuk mengelola dana zakat, baik tingkat nasional, provinsi, maupun kota/kabupaten.



Berdasarkan data BAZNAS, saat ini terdapat 25 LAZ Nasional, 15 LAZ Provinsi, dan 34 LAZ kota/kabupaten. Sedang jumlah layanan BAZNAS sendiri sudah mencakup hampir diseluruh tingkat provinsi dan kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, bahwa lembaga zakat berkewajiban untuk membuat laporan terkait pengumpulan, pendistribusian serta pendayagunaan dana zakat yang dikelola yang disampaikan ke BAZNAS. laporan yang dibuat harus diaudit baik dari sisi syariah maupun keuangan.  

Audit keuangan harus dilakukan oleh pihak independen, dalam hal ini adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang telah terdaftar. Cakupan audit yang dilakukan adalah terhadap Laporan Keuangan lembaga zakat. Acuan standar akuntansi yang digunakan adalah PSAK Syariah (PSAK 101 dan PSAK 109).

Berdasarkan PSAK 101, jenis laporan keuangan Amil yang lengkap terdiri dari :
  1. Laporan Posisi Keuangan
  2. Laporan Perubahan Dana
  3. Laporan Perubahan Aset Kelolaan
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan


Tujuan dari audit laporan keuangan diantaranya adalah untuk :
  1. Bentuk transparansi dan akuntabilitas pengurus dalam mengelola dana zakat
  2. Pemenuhan kewajiban regulasi 
  3. Menyatakan tingkat kewajaran dari laporan keuangan yang di susun (Memperoleh Opini dari KAP)
  4. Peningkatan mutu dari laporan keuangan yang telah disusun (laporan keuangan hasil audit akan terstandar sesuai PSAK 101)


Bagi lembaga zakat yang membutuhkan jasa audit keuangan dapat menghubungi kami di 082357909050

Audit yang kami lakukan berada dibawah supervisi KAP yang resmi, serta tenaga auditor kompeten di bidang akuntansi syariah yang dibuktikan dengan telah mendapat gelar profesi akuntansi syariah (SAS). 

Workshop Program Persiapan USAS Bersama PUSKAS BAZNAS

Minat yang ingin mengikuti USAS semakin banyak, tidak hanya dari akademisi, yang praktisi juga banyak. Kali ini saya berkesempatan menjadi pemateri Workshop Program Persiapan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah yang diadakan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS (PUSKAS BAZNAS). 

Agenda ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 12 - 13 September 2019, bertempat di kantor BAZNAS Pusat di Kebon Sirih, Jakarta. Diikuti oleh 26 orang yang merupakan seluruh bagian keuangan lembaga dibawah BAZNAS. 

Direktur PUSKAS BAZNAS, Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D menjelaskan bahwa agenda ini diselenggarakan, selain untuk persiapan mengikuti USAS, juga sebagai bentuk capacity building untuk karywan BAZNAS, agar bisa memahami SAK Syariah yang merupakan rujukan BAZNAS dalam melakukan pencatatan akuntansinya.

Dalam dua hari pelatihan, materi yang saya sampaikan mengacu pada PSAK Syariah dan Fatwa DSN MUI, rincian materinya adalah :
  1. Konsep dasar fiqh muamalah
  2. KDPPLKS
  3. PSAK 101 : Penyajian Laporan Keuangan Syariah
  4. PSAK 102 : Akuntansi Murabahah
  5. PSAK 103 : Akuntansi Salam
  6. PSAK 104 : Akuntansi Istisna'
  7. PSAK 105 : Akuntansi Mudharabah
  8. PSAK 106 : Akuntansi Musyarakah
  9. PSAK 107 : Akuntansi Ijarah
  10. PSAK 108 : Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
  11. PSAK 109 : Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah
  12. PSAK 110 : Akuntansi Sukuk
  13. PSAK 111 : Akuntansi Wa'd
  14. PSAK 112 : Akuntansi Wakaf

Untuk kerjasama pelatihan Akuntansi Syariah Berbasis SAK Syariah bisa kontak 082357909050

Berikut ini beberapa dokumentasi selama pelatihan.





Mengenal "SAS" : Gelar Profesi di Bidang Akuntansi Syariah

Seiring semakin berkembang pesatnya lembaga bisnis dan keuangan yang berbasis syariah, maka kebutuhan akan akuntan syariah yang profesional dan kompeten pun semakin meningkat. Salah satu bukti seseorang kompeten dibidang akuntansi syariah adalah telah memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) yang dikeluarkan oleh IAI. Seorang dapat memperoleh gelar SAS jika telah lulus Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS) sebanyak 3 level : Elementary - Intermediate - Advance.


Apa itu USAS ? 

Mungkin USAS belum sepopuler gelar profesi akuntansi lainnya seperti CA, CPSAK, CPA, dll. Tapi untuk bidang akuntansi syariah bisa dibilang, USAS satu-satunya gelar profesi dan bukti kompetensi akuntansi syariah di Indonesia.

Untuk siapa saja gelar SAS ?

Gelar SAS diperlukan untuk :

  1. Dosen Akuntansi Syariah, gelar SAS dapat menjadi bukti seorang dosen memiliki kompetensi dan spesialisasi keahlian dibidang akuntansi syariah, selain juga sebagai tambahan gelar dibelakang M.Ak. Seperti saya (he...) Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS
  2. Auditor, beberapa waktu lalu saya menerima konsultasi dari seorang auditor disebuah KAP ternama yang sudah lulus USAS level 2 dan akan ikut USAS level akhir. dan Ajibnya lagi beliau non-muslim lho. Dia bilang ambil USAS selain karena tertarik dengan akuntansi syariah, juga perintah dari atasan untuk keperluan audit di lembaga keuangan syariah, seperti bank syariah.
  3. Praktisi akuntansi pada entitas syariah, bagi seorang akuntan yang bekerja dilembaga keuangan syariah pasti dituntut untuk ahli di bidang akuntansi syariah. Gelar SAS bisa jadi andalan bagi anda yang bekerja di lembaga keuangan sayriah, sebagai bukti anda memiliki kompetensi di bidang akuntansi syariah.
  4. Konsultan keuangan syariah, gelar SAS bisa jadi tambahan untuk meyakinkan klien anda bahwa anda memang expert di bidang keuangan syariah

Makanya dilingkup industri keuangan syariah gelar SAS cukup bergensi lho...hehe

Karena banyak yang belum tau dengan USAS, berikut ini penjelasan tentang USAS, dikutip dari brosur USAS 2019.

Ujian Sertifkasi Akuntansi Syariah dilaksanakan pertama kali pada tahun 2008 merupakan ujian pertama dan satu-satunya diselenggarakan di Indonesia. Dalam tahun-tahun berikutnya direncanakan akan dilakukan ujian dalam 2 (dua) periode per tahun. Dengan adanya USAS, Indonesia telah mempunyai suatu ujian sebagai suatu sistem pembelajaran yang baku bagi mereka yang akan berpraktik di bidang Akuntansi Syariah. Ujian Sertifkasi Akuntansi Syariah merupakan suatu strategi pengembangan keilmuan dan keahlian akuntansi syariah dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia

Tujuan Ujian Sertifkasi Akuntansi Syariah
  1. Mengukur kemampuan/kompetensi peserta terhadap pemahaman ilmu akuntansi syariah.
  2. Menjadi alat ukur standar kualitas bagi mereka yang ingin memahami akuntansi syariah.
  3. Menjadi alat ukur standar kualitas bagi lembaga/institusi yang ingin mendapatkan SDM yang memahami bidang akuntansi syariah.
  4. Dapat dijadikan sebagai persyaratan untuk memasuki bidang profesi tertentu yang bergerak di bidang akuntansi syariah.
Syarat Peserta USAS
Ujian hanya dapat diikuti oleh mereka yang memiliki gelar Strata 1 (Sarjana)/ Diploma IV (D-IV) untuk jurusan apapun tanpa terkecuali, yang dibuktikan dengan ijazah.

Jadwal Ujian dan Tempat Penyelenggaraan
USAS akan diadakan selama 1 (satu) hari pada setiap periodenya. Untuk tahun 2016, ujian akan dilaksanakan serentak di IAI Pusat (Jakarta), IAI wilayah Yogyakarta, dan IAI wilayah Jawa Timur (Surabaya).

Kriteria Kelulusan
Peserta USAS dinyatakan lulus apabila telah mendapatkan nilai minimal C untuk masing-masing level ujian USAS mengacu pada passing grade yang telah disepakati oleh Dewan Penguji USAS. PEserta akan mendapatkan gelar Sertifkasi Akuntansi Syariah (SAS) apabila telah lulus 3 (tiga) level ujian (Elementary, Intermediate, & Advanced).

Kewajiban Mengikuti PPL
Pemegang gelar ”SAS wajib mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) berupa seminar dan atau lokakarya dalam bidang Akuntansi Syariah untuk mempertahankan sebutan ”SAS” yang dimilikinya, sesuai dengan ketentuan PPL IAI. Minimal angka kredit yang wajib dipenuhi setiap tahunnya adalah 16 (enam belas) SKP. Pemegang gelar ”SAS” yang gagal memenuhi ketentuan yang ditetapkan, maka IAI akan mencabut sebutan ”SAS” yang disandangnya.

Kesempatan dan Batas Waktu Mengikuti Ujian
Peserta hanya diberikan batas waktu 3 (tiga) tahun untuk menyelesaikan tiga level ujian (Elementary, Intermediate, & Advanced) untuk mendapatkan gelar ”SAS”, tanpa dibatasi berapa kali mengikuti USAS selama 3 (tiga) tahun tersebut. Apabila dalam periode 3 (tiga) tahun tersebut masih belum lulus seluruh level, maka yang bersangkutan dinyatakan gagal untuk seluruh level ujian dan gagal mendapatkan gelar ”SAS”. Dalam hal tersebut, peserta yang bersangkutan mendaptar kembali sebagai peserta USAS dan dinyatakan sebagai peserta baru.

Tata Cara Pendaftaran
Tata cara pendaftaran peserta USAS adalah sebagai berikut.
  1. Pendaftaran USAS dilakukan melalui Sekretariat IAI-USAS di Kantor IAI.
  2. Calon peserta dapat memperoleh Formulir Pendaftaran secara langsung di kantor IAI dengan melampirkan bukti pembayaran pendaftaran. Permohonan pendaftaran melalui surat/faksimili/email sudah harus diterima di kantor IAI Pusat paling lambat H-2 tanggal pelaksanaan setiap periode.
  3. Calon peserta USAS mengisi Formulir Pendaftaran dengan menggunakan tinta warna hitam. Formulir Pendaftaran harus ditandatangani sebelum dikembalikan. Formulir yang telah diisi harus dilengkapi dengan: 
  • fotokopi Ijazah Strata I/Diploma IV yang telah dilegalisir;
  • bukti pembayaran biaya ujian; dan
  • 1 (satu) lembar pas foto berwarna terbaru ukuran postcard

Pada waktu pengambilan kartu ujian, calon peserta harus menandatangani kartu ujian USAS di hadapan petugas pendaftaran

Biaya Ujian
Biaya ujian bagi peserta per level ujian adalah sebesar Rp1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah). Biaya ujian harus sudah dilunasi pada saat pendaftaran. Pembayaran biaya ujian dapat dilakukan dengan setoran tunai di bank atau transfer ke rekening IAI pada Bank Mandiri KCP Jakara Cik Ditiro No. Rekening 122.000.431.206.5. Sekretariat IAI-USAS tidak menerima uang tunai yang dikirim melalui pos. Oleh karena itu kantor IAI tidak bertanggungjawab apabila terjadi kehilangan pada waktu melakukan pengiriman uang melalui pos tersebut.

Periode Ujian :
USAS dilaksanakan 3 (tiga) periode dalam setahun, bulan Februari - Mei - dan September

Bagi kawan-kawan yang berminat ikut USAS berikut saya lampirkan beberapa file USAS dari IAI :





Bagi yang minat ikut PELATIHAN AKUNTANSI SYARIAH PERSIAPAN USAS bisa klik link berikut atau kontak 082357909050


Cara Otomatis Membuat Daftar Pustaka pada Ms. Word

Daftar Pustaka merupakan unsur wajib dalam sebuah karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan jurnal ilmiah. Keberadaan daftar pustaka menunjukan bahwa suatu karya ilmiah memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan proses penyusunanya maupn hasilnya. Selain itu, dengan daftar pustaka juga sebagai bentuk apresiasi terhadap tulisan yang dijadikan sumber dalam membuat suatu karya. Daftar pustaka pada umunya berada pada bagian akhir suatu karya ilmiah.


Namun kadang penulis agak sedikit kerepotan dan kesulitan dalam penyusunan daftar pustaka karena komponen karya tulis yang harus dicantumkan cukup banyak, mulai dari nama yang harus diawali dari nama akhir, judul, tahun, penerbit, dan kota. 

Sebenarnya pada Ms. Word sudah tersedia fasilitas untuk memudahkan penulis dalam menyusun daftar pustaka, sehingga daftar pustaka dapat disusun secara otomatis dan sesuai standar baku penyusunan daftar pustaka suatu karya ilmiah. Saya pribadi merasa sangat terbantu dalam menyusun skripsi, tesis, dan jurnal ilmuah. 

Berikut ini adalah langkah - langkah nya :

LANGKAH #1 : Buka program Ms. Word

LANGKAH #2 : Tulis paragraf kalimat yang anda kutip pada karya ilmiah yang sedang anda susun

LANGKAH #3 : Pilih menu REFERENCES lalu klik MANAGE SOURCES akan muncul tampilan seperti gambar berikut :


LANGKAH #4 : Klik NEW... akan muncul beberapa kolom yang harus anda isi sesuai dengan data pada sumber referensi anda :



Type of Source :  pilih jenis referensi yang anda gunnakan Book untuk buku, Journal Article untuk Jurnal, dst... kolom lanjutan akan menyesuaikan dengan tipe referensi yang anda pilih, contoh yang dipilih adalah Book.

Author : Tuliskan nama penulis, klik Corporate Author jika penulisnya adalah sebuah lembaga. Jika penulis lebih dari 1 orang maka klik Edit lalu isi nama akhir (Last), pertama (First), dan tengah (Middle) kemudian klik Ok dan klik Add untuk menambahkan nama penulis berikutnya. 

Tittle : Isi dengan judul referensi yang anda pilih

Year : Isi dengan tahun terbit

City : Isi dengan kota penerbit

Publisher : Isi dengan nama penerbit

Jika sudah diisi semua, maka proses memasukan data referensi satu sumber sudah selesai, klik Ok. Lalu langkah yang sama untuk sumber refrensi lainnya.

LANGKAH #5 : Membuat Daftar Pustaka

Arahkan kursor pada halaman Ms. Word... pilih menu References dan klik Manage Source, pilih Bibliografy maka akan muncul secara otomatis daftar pustaka berdasarkan data referensi yang sudah anda input sebelumnya.

SELAMAT MENCOBA !!! SEMOGA BERMANFAAT !

Pelatihan Akuntansi Syariah untuk Pengelola Koperasi Syariah se-Ciayumajakuning

Laporan keuangan adalah salah satu bahan pengambilan keputusan ekonomi para pengguna. Terlebih bagi lembaga keuangan syariah. Laporan keuangan syariah memiliki 3 tujuan utama yang membedakanya dengan laporan keuangan pada umumnya. 

Tiga tujuan utama laporan keuangan syariah adalah :

  1. Menyediakan informasi keuangan yang menyangkut posisi keuangan dan kinerja keuangan. Tujuan ini salah satunya dipakai oleh investor saat akan memutuskan apakah akan berinvestasi atau tidak.
  2. Menyediakan informasi kepatuhan syariah. Tujuan ini dipakai oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengevaluasi apakah entitas syariah patuh atau tidak terhadap prinsip syariah.
  3. Menyediakan informasi tanggungjawab sosial. Tujuan ini dipakai oleh masyarakat pada umumnya dalam menilai apakah entitas syariah memiliki tanggungjawab sosial terhadap masyarakat.
Pada tanggal 24 Agustus 2019, Dekopenda Kabupaten Cirebon bersama KSPPS BMT Al Falah Berkah Sejahtera mengadakan BIMTEK KOPERASI SYARAIAH dengan tema "Teknik Penyusunan dan Analisa Laporan Keuangan Koperasi Syariah" dengan pemateri Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS. Pelatihan dilaksanakan di Hotel Tryas Cirebon, diikuti oleh 28 peserta dari 16 Koperasi Syariah dan Koperasi Karyawan se wilayah Ciayumajakuning. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pengelola koperasi syariah terkait proses penyusunan laporan keuangan koperasi syariah dan bagaimana teknik analisa yang sederhana.








UNTUK KERJASAMA PELATIHAN TERKAIT AKUNTANSI KOPERASI SYARIAH DAPAT MENGHUBUNGI 

082357909050

QISMUT : Mengenal Negara Kunci Penggerak Keuangan Syariah Global

Menurut Ernst & Young dalam World Islamic Banking Competitiveness Report 2013-2014, bank syariah melayani sekitar 38 juta orang di seluruh dunia, dengan dua pertiga dari pelanggan yang terkonsentrasi di tujuh negara: Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, UEA, Turki, dan Bahrain. Tidak termasuk Bahrain, enam negara lainnya termasuk kedalam 25 negara dengan pertumbuhan pasar paling cepat di dunia. Keenam negara tersebut dikenal dengan istilah baru untuk menunjukkan gelombang kekuatan keuangan syariah global disebut “QISMUT” : Qatar, Indonesia, Saudi Arabia, Malaysia, UEA, dan Turki. Tahun 2012, QISMUT menguasai 78% aset perbankan syariah global dengan aset 567 miliar USD. Pertumbuhan CAGR bank syariah dalam 5 tahun (2008-2013) sebesar 16.4%. Tahun 2018 diprediksi aset bank syariah negara QISMUT akan mencapai 1,6 triliun USD dan dalam rentang 2013-2018 CAGR 19.7%. Enam negara tersebut merupakan kunci pertumbuhan keuangan syariah global (Lackmann, 2014) serta pemain utama yang mendorong pergerakan industri perbankan syariah global.



Berikut ini adalah gambaran keuangan syariah pada negara - negara QISMUT :

QATAR

Qatar termasuk ke dalam negara GCC. Pada tahun 2014, jumlah aset bank syariah di Qatar mencapai 72 miliar USD atau yang tertinggi ke-4 diantara negara QISMUT. Rata-rata pertumbuhan aset bank syariah selama 2010 – 2014 mencapai 22%. Market share nasional bank syariah di Qatar sebesar 26%, sedang terhadap pasar global sebesar 8% dan share diantara negara QISMUT sebesar 10% (Ernst & Young, 2016). Beberapa proyek infrastruktur dan konstruksi berskala besar mendatang, termasuk FIFA 2022 Piala Dunia, Doha Metro, dan Bandara Internasional Hamad, memberi kesempatan pertumbuhan lebih lanjut bagi keuangan Islam domestik Qatar.

Pemerintah Qatar memiliki tujuan untuk menjadi pusat keuangan syariah di kawasan maupun global dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong perkembangan keuangan syariah.  Tahun 2011 bank central Qatar menerapkan undang-undang yang melarang bank konvensional untuk membuka layanan syariah. Kebijakan ini memberikan keuntungan bagi bank syariah, karena nasabah layanan syariah bank konvensional beralih ke bank syariah. Tahun 2013 undang-undang bank central terbaru membuat peraturan yang membedakan hukum bank syariah dan bank konvensional (Lackmann, 2014).

INDONESIA

Perjalanan perbankan syariah di Indonesia dimulai pada tahun 1992 dengan hadirnya Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai bank syariah pertama di Indonesia. Hingga saat ini perbankan syariah di Indonesia terus mengalami perkembangan yang positif dan cukup menggembirakan dengan peningkatan rata-rata 33.2% dalam 10 tahun terakhir. Hingga tahun 2015, jumlah bank syariah di Indonesia berjumlah 13 BUS dan 26 UUS. Aset bank syariah pada tahun 2014 di Indonesia diperkirakan mencapai 22 miliar USD dengan market share nasional sebesar 4.8%, market share QISMUT 3%, dan market share global 2.5% atau yang terendah diantara negara QISMUT lainnya. 

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar bank syariah yang sangat potensial. Oleh karena itu pemerintah Indonesia cukup aktif dalam mendorong perkembangan keuangan syariah dengan beberapa kebijakan. Diantaranya dengan hadirnya Undang-Undang Perbankan Syariah No.21 tahun 2008. Selain itu, BI dan OJK juga cukup aktif dalam membuat peraturan terkait bank syariah dalam upaya percepatan pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia. Aspek kepatuhan syariah di Indonesia diatur oleh lembaga independen yaitu Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI. Lembaga ini secara aktif mengeluarkan fatwa-fatwa keuangan syariah yang menjadi rujukan lembaga keuangan syariah dan regulator dalam membuat produk dan menetapkan kebijakan untuk keuangan syariah.

SAUDI ARABIA

Saudi Arabia merupakan negara dengan jumlah aset bank syariah terbesar di dunia yaitu mencapai 291 miliar USD di tahun 2014 dengan market share nasional sebesar 51.2%, market share diantara negara QISMUT sebesar 41%, dan market share global sebesar 33% atau yang tertinggi diantara negara QISMUT. Laju pertumbuhan bank syariah di Saudi Arabia rata-rata sebesar 20% pertahun dalam rentang 2010-2014. Bank syariah terbesar di dunia juga berada di Saudi Arabia, yaitu Al-Rajhi dan Islamic development Bank (IDB).

Saudi Arabia merupakan penggerak keuangan syariah global dengan pengalamannya yang selama 40 tahun-an sejak IDB didirikan pada tahun 1975. .Untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah, Saudi Arabia memfokuskan pada tiga aktivitas utama yaitu proyek keuangan (project finance), manajemen aset islam (islamic management asset), dan Islamic socially responsible investing (SRI). Saudi Arabia juga merupakan leader dalam bidang pendidikan keuangan syariah dengan 7 universitas dan 22 lembaga pendidikan yang menawarkan pendidikan keuangan syariah (Lackmann, 2014).

MALAYSIA

Malaysia merupakan pusat keuangan syariah di kawasan Asia Timur bahkan global, memiliki 10 bank syariah lokal serta 7 bank asing yang membuka layanan syariah. Nilai aset bank syariah Malaysia mencapai 137 miliar USD pada tahun 2014 dengan market share nasional 21%, market share diantara negara QISMUT sebesar 20%, dan market share global 16% atau yang tertinggi ke-2 diantara negara QISMUT. Rata-rata pertumbuhan bank syariah Malaysia sebesar 14% sepanjang 2010-2014 atau dua kali lebih tinggi dibanding bank konvensional yang hanya 6% dalam periode yang sama.

Salah satu faktor utama yang mendukung percepatan perkembangan bank syariah di Malaysia adalah dukungan penuh serta fasilitas yang baik oleh pemerintah. Malaysia juga terdepan dalam pengembangan standar-standar keuangan syariah, salah satunya adalah Islamic Financial Services Act 2013 (IFSA) yang mengatur transaksi syariah. Selain itu, lembaga standar keuangan syariah internasional, IFSB juga berpusat di Malaysia.

UEA

UEA juga termasuk salah satu pusat keuangan syariah di kawasan teluk, bersama Saudi Arabia, Bahrain, dan Qatar. Jumlah aset bank syariah di UEA pada tahun 2014 mencapai 136 miliar USD dengan market share nasional 22%, market share diantara negara QISMUT sebesar 19%, dan market share global  15% atau yang tertinggi ke-3 diantara negara QISMUT. Rata-rata pertumbuhan bank syariah di UEA mencapai 13% pertahun dalam periode 2010-2014 atau lebih tinggi dibanding bank konvensional yang hanya 9%.

UEA memiliki ambisi untuk menjadi pusat ekonomi islam global dengan menerapkan beberapa kebijakan untuk mendorong perkembangan keuangan syariah. Diantaranya adalah dengan mendirikan Dubai Islamic Economy Development Centre pada tahun 2013 untuk mendukung terciptanya pusat ekonomi Islam di Dubai dan UEA

TURKI

Sebagai negara yang memiliki sejarah ke-Islaman yang kuat, Turki juga tidak mau ketinggalan dalam pengembangan keuanggan syariah. Dalam beberapa tahun terakhir, bank syariah mulai berkembang cukup baik di Turki. Jumlah aset bank syariah di Turki mencapai 45 miliar USD pada tahun 2014 dengan pangsa pasar nasional sebesar 6%, pangsa pasar diantara negara QISMUT sebesar 6% dan pangsa pasar global 5%. Rata-rata pertumbuhan bank syariah pada periode 2010-2014 sebesar 12%, berbanding pertumbuhan bank konvensional sebesar 7%.

Di Turki, bank konvensional tidak diperbolehkan membuka layanan syariah, hanya bank syariah penuh yang diperbolehkan membuka layanan syariah. karena Turki adalah negara sekuler, maka tidak ada pemisahan yang khusus antara bank syariah dan bank konvensional. Bank syariah di Turki dikenal dengan istilah “participating banks”. Selain itu, bank syariah di Turki tidak memiliki dewan pengawas syariah sebagaimana hal nya negara lain. Aspek syariah hanya di riview oleh pihak luar / konsultan atas permintaan bank syariah yang bersangkutan.

Catatan : Tulisan ini adalah bagian dari TESIS SAYA

Pelatihan dan Uji Kompetensi Akuntansi Syariah untuk Mahasiswa IAIN Pontianak

Akuntansi syariah merupakan salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan saat ini, seiring dengan perkembangan bisnis dan keuangan syariah yang semakin pesat. Kompetensi akuntan syariah haruslah mencakup kemampuan dibidang akuntansi secara umum dan keilmuan syariah yang berdasarkan pada fatwa - fatwa ekonomi syariah. 

Kampus sebagai salah satu lembaga yang bertugas untuk mencetak SDM - SDM unggul dituntut untuk bisa mendesain kurikulum pendidikan agar selaras dengan perkembangan pasar. Salah satu nya melalui uji kompetensi akuntansi syariah. Yang outputnya adalah mahasiswa memperoleh sertifikat kompetensi di bidang akuntansi syariah, sebagai sertifikat pendamping ijazah.

Alhamdulillah pada tanggal 19 - 21 Agustus 2019 saya berkesempatan untuk menjadi pemateri sekaligus penguji kompetensi akuntansi syariah untuk mahasiswa tingkat akhir program studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), IAIN Pontianak, Kal - Bar. Pelatihan diikuti oleh 62 mahasiswa yang dilaksanakan di lab komputer kampus IAIN Pontianak.

Pelatihan dan uji kompetensi nya berbasis komputer menggunakan aplikasi akuntansi excel yang didesain untuk Akuntansi Koperasi Syariah. Pelatihannya dilaksanakan selama dua hari dengan cakupan materi akuntansi aset, liabilitas, dana syirkah temporer, ekuitas, pendapatan dan beban pada koperasi syariah. Di hari terakhir, mahasiswa diuji dengan mengerjakan soal transaksi koperasi syariah dengan aplikasi akuntansi excel.

Agenda ini dilaksanakan oleh prodi Akuntansi Syariah, FEBI, IAIN Pontianak yang digawangi oleh dosen - dosen yang keren :) kaprodi Ibu Ferdianti, sekprodi Ibu Aulia, sahabat saya Pak Sabirin, dan dosen lainya Ibu Monica, Ibu Pratiwi, dan Pak Musa. Bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan "Amanah Learning Center" sebagai lembaga penguji dan yang mengeluarkan sertifikat. 

Berikut ini beberapa foto kegiatan selama tiga hari di IAIN Pontianak.





Suasana saat pelatihan


Foto bersama diakhir pelatihan



Bersama dosen prodi Akuntansi Syariah IAIN Pontianak


UNTUK KERJASAMA PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI AKUNTANSI SYARIAH
HUBUNGI
 

082357909050 

PRODUK & JASA

ARTIKEL

AGENDA

TIPS SEDERHANA